. FalconoID: 7 Cara Bunuh Diri Paling Populer di Indonesia
SELAMAT DATANG DIBLOGSPOt FALCONOID !^^v

Tolong buka

Sabtu, 30 April 2011

7 Cara Bunuh Diri Paling Populer di Indonesia

7 Cara Bunuh Diri Paling
Populer di Indonesia Harakiri, Cara bunuh diri khas
jepang ini, mungkin adalah
cara bunuh diri paling populer.
Tapi hal ini tentu tidak berlaku
di Indonesia. Orang Indonesia
kan tidak ada yang bawa- bawa samurai. Paling-paling
golok, keris, atau bambu
runcing. Nah, yang jadi
pertanyaan adalah, kalau
harakiri itu cara bunuh diri
khas Jepang, terus kalau harakanan apa yah..?
(pertanyaan yang tidak perlu
dijawab) Oke, kembali ke topik
mengenai cara bunuh diri
paling populer. Agak aneh
sebenarnya kenapa saya
menulis mengenai cara bunuh
diri. Bukan berarti karena saya mau bunuh diri. tapi
mengingat banyak orang
bunuh diri, siapa tahu ada
orang yang nyari cara bunuh
diri di google dan nyasar ke
blog saya ini. kan jadi nambahin traffic, hehe.
Langsung saja, yah ini dia 7
cara bunuh diri paling popular. 1. Bunuh diri dengan minum
racun serangga (dalam hal ini
yang paling populer tentu
merek Baygon cair)
Entah apa yang membuat
baygon ini dipilih oleh para bunuh diri lovers. Padahal di
sana jelas-jelas tertulis obat
serangga, tapi masih diminum
juga. Tapi kita tidak boleh
berburuk sangka. Siapa tahu
mereka adalah orang orang yang kekurangan air bersih
atau karena mereka tidak
mampu menebus obat di
Rumah Sakit yang mahal
untuk penyakitnya yang
tidak kunjung sembuh. Atau bisa jadi mereka tidak bisa
membedakan tulisan antara
Baygon dengan Mizone yang
warnanya hampir mirip.Sebab
kabarnya, angka buta huruf
di Indonesia masih cukup tinggi. Hanya mereka dan
Tuhan yang tahu. 2. Lompat dari ketinggian
(bisa dari lantai 13, puncak
gedung, thower, atau tebing-
tebing tinggi)
Lagi-lagi saya kurang tahu,
apa alasan mereka memilih tempat yang tinggi. Apakah
mereka sudah bosan hidup di
bawah garis kemiskinan?
Sehingga sesekali ingin
merasakan tempat yang
tinggi, walau dengan taruhan nyawa sekali pun.
Kemungkinan lain, mereka
tidak bisa menggapai cita-
citanya yang tinggi. Cita-cita
yang tinggi harus di barengi
dengan pendidikan yang tinggi. Dan pendidikan yang
tinggi harus dibarengi dengan
duit yang tinggi pula. Mau
kemungkinan yang lebih
bodoh? Mereka terobsesi
menjadi pahlawan super yang bisa terbang, seperti superman
atau p-man. 3. Gantung diri (di pohon
jengkol atau tiang rumah
yang terbuat dari kayu pohon
jengkol)
Ada dua kemungkinan di sini.
Pertama, Hidupnya memang sudah terlalu sering
digantung. Digantung oleh
janji-janji penguasa.
Digantung oleh ketidakpastian
dan harapan-harapan kosong
yang tidak pernah menjadi nyata. Harapan untuk keluar
dari garis kemiskinan. Harapan
untuk mendapat kehidupan
yang layak. Harapan untuk
mendapat pekerjaan yang
lebih baik. Dan sejuta harapan-harapan
lain yang hanya akan
tertinggal menjadi harapan-
harapan kosong baru untuk
anak dan istrinya.
Kemungkinan kedua, Mereka sudah tidak punya tempat
menggantungkan diri. Satu-
satunya tempat
menggantungkan diri, yaitu
perusahaan tempat dia
bekerja, telah mem-PHK-nya. Mereka bingung, akhirnya
memutuskan untuk
menggantungkan hidup di
pohon jengkol saja. Tragis..,
ironis..!!! Karena justru di
situlah mereka kehilangan hidupnya. ”makanya, menggantungkan hidup itu
sama Tuhan saja. Dijamin,
ngga bakalan di PHK”. 4. Memotong nadi dengan silet
Mungkin mereka ingin
membuktikan bahwa silet itu
benar-benar tajam. Bisa juga
karena penasaran apakah
darah mereka berwarna biru atau merah? Orang bilang
darah biru lebih dihormati
daripada golongan orang-
ortang berdarah merah. 5. Bunuh diri ala koboy
Entah terinspirasi dari film
koboy yang mana, yang jelas
mereka, koboy-koboy
Indonesia juga bisa
menembak kepalanya sendiri. Biasanya, koboy-koboy
Indonesia ini melakukan
bunuh diri setelah main-
mainin pistolnya buat nakutin
orang. 6. Bakar diri bersama-sama
keluarga tercinta
Mungkin saking tidak punya
uang untuk membeli ikan
bakar . Akhirnya mereka
memutuskan untuk bakar diri bersama. Hal ini bertujuan
untuk menjaga rasa
kebersamaan antar anggota
keluarga. Pasca kepergian
ayah mereka. Ah.., tidak
tahukah mereka kalau minyak tanah sekarang
harganya mahal..? 7. Tidur diatas rel kereta api
Jauh sebelum limbad
memperagakan magic dilindas
dengan buldozer, Metode/cara
bunuh diri dengan digilas
kereta api sudah lebih dulu populer. Alasannya tentu
karena lebih murah… tinggal tidur terlentang.., jadi deh …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar